Gigi bungsu merupakan gigi geraham terakhir yang biasanya tumbuh pada usia remaja akhir hingga awal 20-an. Karena tumbuh paling akhir, sering kali ruang di rahang tidak cukup sehingga gigi bungsu dapat tumbuh miring, hanya muncul sebagian, atau bahkan terjebak di dalam gusi dan tulang. Kondisi ini disebut impaksi gigi bungsu.

Kasus : Seorang pasien datang ke Sana Dental dengan keluhan gigi bagian belakang sering sakit dan gusi di sekitarnya membengkak. Pasien juga merasa makanan sering terselip di area tersebut dan agak sulit membuka mulut. Setelah dilakukan pemeriksaan dan rontgen, diketahui bahwa gigi bungsu tumbuh miring dan hanya sebagian yang muncul, sehingga area tersebut sulit dibersihkan dan mengalami peradangan.Dokter kemudian menjelaskan kondisi gigi bungsu serta memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai.

Tanda Gigi Bungsu Bermasalah

Jika gigi bungsu sering terasa sakit, jangan langsung menganggapnya sebagai hal yang normal. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Nyeri di bagian belakang rahang
Rasa sakit atau tidak nyaman di area paling belakang mulut dapat menjadi tanda gigi bungsu sedang tumbuh atau mengalami masalah.

2. Gusi bengkak dan kemerahan
Gigi bungsu yang hanya tumbuh sebagian dapat membuat makanan dan bakteri mudah terjebak di sekitar gusi sehingga memicu peradangan atau infeksi yang disebut perikoronitis.

3. Sering terselip makanan
Posisi gigi bungsu yang tidak sempurna dapat membuat area tersebut sulit dibersihkan. Akibatnya, sisa makanan dapat menumpuk dan meningkatkan risiko gigi berlubang maupun masalah gusi.

4. Sulit membuka mulut atau terasa tidak nyaman saat mengunyah
Peradangan di sekitar gigi bungsu dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat membuka mulut atau mengunyah.

5. Bau mulut atau rasa tidak enak di mulut
Penumpukan sisa makanan dan bakteri di sekitar gigi bungsu yang sulit dibersihkan dapat menyebabkan bau mulut atau rasa tidak enak.

Apakah Semua Gigi Bungsu Harus Dicabut?

Tidak selalu. Gigi bungsu yang sehat, tumbuh dengan baik, tidak menimbulkan masalah, dan dapat dibersihkan dengan baik umumnya dapat dipantau melalui pemeriksaan rutin. Namun, jika gigi bungsu menyebabkan nyeri berulang, infeksi, kerusakan gigi, penyakit gusi, atau masalah lainnya, dokter gigi dapat mempertimbangkan tindakan yang sesuai, termasuk pencabutan bila memang diperlukan.

Untuk mengetahui posisi gigi bungsu secara lebih jelas, dokter dapat melakukan pemeriksaan dan bila diperlukan menyarankan rontgen gigi. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan apakah gigi cukup dipantau atau membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Jangan Tunggu Sampai Sakit Berulang

Jika gigi bungsu kamu sering sakit, gusi di belakang gigi membengkak, atau makanan sering terselip di area tersebut, sebaiknya jangan diabaikan. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mengetahui kondisi gigi bungsu dan mencegah masalah berkembang menjadi lebih serius.

🦷 Yuk, jaga kesehatan gigi bersama Sana Dental!
Jangan lupa periksa gigi setiap 6 bulan sekali di Sana Dental, meskipun tidak sedang mengalami sakit gigi. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi berbagai masalah gigi dan mulut sejak dini.