4 dari 10 Anak Mengalami Gigi Berlubang, Kenapa Karies Masih Jadi Masalah?Gigi berlubang atau karies masih menjadi salah satu masalah kesehatan gigi yang banyak dialami anak-anak. Bahkan, berdasarkan angka yang digunakan dalam berbagai edukasi kesehatan gigi, sekitar 4 dari 10 anak dapat mengalami masalah gigi berlubang. Kondisi ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan gigi anak perlu dimulai sejak dini.

Kasus : Seorang anak datang ke Sana Dental bersama orang tuanya karena mengeluhkan sakit pada gigi belakang, terutama ketika makan makanan manis. Sebelumnya, orang tua mengira sakit tersebut hanya karena gigi anak sedang berganti.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata terdapat gigi berlubang yang sudah cukup dalam. Dokter kemudian menjelaskan kondisi gigi kepada orang tua dan memberikan rekomendasi perawatan sesuai dengan kondisi gigi anak.

Dari kasus ini, dapat dipelajari bahwa sakit gigi pada anak sebaiknya tidak dianggap sepele. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu menemukan karies sebelum berkembang lebih jauh.

⭐Kenapa Anak Mudah Mengalami Gigi Berlubang?

Karies terjadi ketika bakteri di dalam mulut menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan gigi. Pada anak, beberapa kebiasaan dapat meningkatkan risiko terjadinya karies, seperti:

  • Sering mengonsumsi makanan atau minuman manis.
  • Terlalu sering ngemil tanpa membersihkan gigi.
  • Menyikat gigi kurang rutin atau teknik menyikat gigi belum tepat.
  • Masih mengonsumsi susu atau minuman manis menjelang tidur tanpa membersihkan gigi setelahnya.
  • Jarang melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.

Gigi susu juga tetap membutuhkan perawatan. Meskipun nantinya akan tanggal, gigi susu berperan dalam membantu anak mengunyah, berbicara, dan menjaga ruang bagi gigi permanen.

⭐Tanda Gigi Anak Mulai Bermasalah

Orang tua sebaiknya memperhatikan jika anak mulai mengeluhkan:

  • Gigi terasa sakit atau ngilu.
  • Muncul bintik putih, cokelat, atau hitam pada gigi.
  • Terlihat lubang pada gigi.
  • Anak menghindari makanan tertentu karena sakit saat mengunyah.
  • Gusi di sekitar gigi terlihat bengkak.
  • Anak menjadi lebih rewel atau sulit tidur karena sakit gigi.

Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya jangan menunggu sampai rasa sakit semakin parah. Pemeriksaan oleh dokter gigi dapat membantu mengetahui kondisi gigi dan menentukan perawatan yang sesuai.

⭐Bagaimana Mencegah Karies pada Anak?

Pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Ajarkan anak untuk menyikat gigi 2 kali sehari, terutama sebelum tidur, menggunakan pasta gigi berfluoride sesuai usia. Batasi frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis, serta biasakan anak minum air putih setelah makan.

Selain perawatan di rumah, pemeriksaan gigi secara rutin juga penting untuk memantau pertumbuhan dan kesehatan gigi anak.

Yuk, Jaga Senyum Si Kecil Bersama Sana Dental

Gigi berlubang pada anak bukan hanya masalah gigi, tetapi dapat memengaruhi kenyamanan anak saat makan, tidur, dan beraktivitas. Karena itu, jangan menunggu sampai anak mengeluhkan sakit untuk membawa mereka ke dokter gigi.