Pernah merasa nyeri di bagian belakang rahang, gusi bengkak, atau makanan sering terselip di area gigi paling belakang? Bisa jadi, keluhan tersebut berkaitan dengan gigi bungsu yang tumbuh miring atau terimpaksi.

Gigi bungsu merupakan gigi geraham ketiga yang biasanya tumbuh pada usia sekitar 17–25 tahun. Namun, karena ruang di rahang terbatas, gigi bungsu terkadang tumbuh miring, hanya muncul sebagian, atau terjebak di dalam gusi maupun tulang rahang.

Contoh Kasus Pasien : Seorang pasien datang ke Sana Dental karena sering mengalami nyeri di bagian belakang rahang. Gusi di sekitar gigi bungsunya terkadang membengkak, dan makanan sering terselip di area tersebut.

Setelah pemeriksaan klinis dan rontgen, ditemukan gigi bungsu tumbuh miring serta hanya muncul sebagian. Dokter menjelaskan kondisi gigi tersebut, risiko yang mungkin terjadi, dan pilihan perawatan yang sesuai.

Dari kasus ini, dapat dipahami bahwa pemeriksaan dan rontgen membantu dokter menentukan apakah gigi bungsu perlu dicabut atau masih dapat dipantau.

✨Mengapa Gigi Bungsu Bisa Tumbuh Miring?

Gigi bungsu dapat tumbuh miring ketika ruang di belakang gigi geraham kedua tidak mencukupi. Akibatnya, gigi dapat mengarah ke depan, ke belakang, atau tetap terpendam di dalam rahang.

Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:

  • Nyeri di bagian belakang rahang.
  • Gusi di sekitar gigi bungsu merah atau membengkak.
  • Makanan mudah terselip dan sulit dibersihkan.
  • Bau mulut atau rasa tidak enak di mulut.
  • Kesulitan membuka mulut atau mengunyah ketika terjadi peradangan.

Namun, sebagian gigi bungsu yang tumbuh miring tidak menimbulkan keluhan. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

🦷Apakah Gigi Bungsu yang Tumbuh Miring Harus Dicabut?

Tidak semua gigi bungsu yang tumbuh miring harus dicabut. Keputusan pencabutan bergantung pada posisi gigi, kondisi jaringan di sekitarnya, serta ada atau tidaknya risiko kerusakan pada gigi sebelahnya.

Pencabutan dapat dipertimbangkan apabila gigi bungsu:

  • Menyebabkan nyeri atau peradangan berulang.
  • Mengalami karies dan sulit dirawat.
  • Menyebabkan kerusakan pada gigi geraham di sebelahnya.
  • Menimbulkan infeksi atau masalah gusi yang berulang.
  • Berkaitan dengan kondisi patologis, seperti kista.

Sebaliknya, jika gigi bungsu tidak menimbulkan masalah dan tidak ditemukan kelainan, dokter dapat mempertimbangkan pemantauan berkala. Gigi yang terpendam pun tidak otomatis harus dicabut; keputusan dibuat berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian risiko.

⭐Takut Mencabut Gigi Bungsu? Konsultasikan Dahulu!

Rasa takut sebelum menjalani pencabutan gigi bungsu merupakan hal yang wajar. Namun, kamu tidak perlu langsung berasumsi bahwa semua gigi bungsu harus dicabut.

Langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan untuk mengetahui posisi gigi, kedekatannya dengan struktur penting, dan risiko yang mungkin terjadi. Jika pencabutan diperlukan, dokter akan menjelaskan prosedur serta pilihan penanganan yang sesuai dengan kondisi kamu.

Jangan menunda pemeriksaan apabila nyeri atau pembengkakan berulang. Jika muncul demam, pembengkakan yang cepat membesar, atau kesulitan menelan maupun bernapas, segera cari pertolongan medis.

Jangan lupa periksa gigi setiap 6 bulan sekali di Sana Dental, meskipun tidak sedang mengalami keluhan. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah gigi dan gusi sejak dini.

Sana Dental — Senyum Sehat, Nyaman, dan Percaya Diri.